Perbedaan MEBIG dengan Sekolah Minggu

Gambar di bawah ini menunjukkan alur acara ibadah anak MEBIG. Kegiatan pada intinya dibagi dua yaitu ibadah dan aktivitas (bagi kelas). Dalam ibadah anak dan guru bersama-sama mengikuti ibadah, dan pada aktivitas kelas masing-masing masuk ke dalam kelas masing-masing yang dibagi berdasarkan kelompok umur (balita), atau kelas sesuai kelas sekolahnya dan jenis kelamin. Lama ibadah sekitar 1 jam untuk kelas SD ke atas, sedangkan balita sekitar 45 menit. Aktivitas kelas dilakukan selama 30 menit untuk anak SD dan 15 menit untuk balita.

Ibadah dari lagu Memory, Bible Game sampai kesaksian. Akitivitas kelas dilakukan saat Bagi Kelas.

MEBIG adalah Reformasi terhadap Sekolah Minggu.

No.

Sekolah Minggu

MEBIG

1

Konsep Sekolah

Ibadah

2

Sekolah Minggu langsung per kelas, atau dilakukan bersama-sama dan dipisah menurut kelas pada saat cerita.

Ibadah dilakukan secara bersama, baik guru maupun anak sekolah minggu hingga selesai, lalu masuk ke dalam kelompok/kelas masing-masing untuk penggembalaan/ mentoring.

Waktu ibadahŕ SD: 60 menit; Balita: 45 menit

Aktivitsa kelas ŕSD: 30 menit; Balita: 15 menit

3

Cerita Alkitab disampaikan di kelas masing-masing oleh guru dengan tema yang berbeda.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta, Istri Pendeta, Guru Injil, Evangelis, atau Guru yang sudah dilatih secara khusus pada saat ibadah bersama-sama.

4

MC berganti-ganti

Pemimpin pujian tetap

5

Suasana cenderung monoton

Suasana selalu menyenangkan dengan berbagai permainan, lagu dan gerakan yang bersemangat dan karakter (bintang tamu).

6

Anak-anak dibagi berdasar kelas saja dengan beberapa guru.

Anak-anak dibagi berdasar umur dan jenis kelamin dengan masing-masing 1 penanggung jawab sebagai mentor/”gembala”.

Contoh: Kelas 1 Laki, Kelas 1 perempuan, dst.

7

Guru memegang kelas tertentu secara tetap

Mentor/”gembala” memegang kelas terus-menerus dari kelas 1 sampai kelas 6 (SD); dari 0 tahun sampai 5/6 tahun (balita).

8

Tempo lagu cenderung lambat

Lagu bertempo cepat disesuaikan dengan denyut jantung anak-anak

9

Lagu diciptakan oleh orang dewasa

Lagu diciptakan oleh anak-anak berdasar pengalaman iman mereka.

10

Gerakan hanya bagian atas tubuh saja dan cenderung “feminin”

Gerakan lagu menggunakan seluruh tubuh, variatif dan dinamis.

11

Anak-anak cenderung tidak dilibatkan dalam pelayanan

Anak-anak dilatih untuk ikut terlibat dalam pelayanan

12

Persiapan jarang dilakukan

Persiapan selalu dilakukan dengan penekanan kesatuan, kesehatian dan kerendahan hati